Bab 2 Landasan Teori - PTK tutor sebaya

BAB II
LANDASAN TEORI

A.Landasan Teori

1.Hakikat Membaca Menulis Huruf Al-Qur’an
Menurut Undang-Undang Sistem Pendidikan Nasional No. 20 Tahun 2003, pembelajaran adalah proses interaksi peserta didik dengan pendidik dan sumber belajar pada suatu lingkungan belajar.1 Jadi pada intinya proses pembelajaran tidak terlepas dari tiga hal, yaitu pendidik, peserta didik, dan sumber-sumber belajar yang digunakan dalam proses pembelajaran itu.

Sedangkan proses adalah tahapan–tahapan dalam suatu peristiwa pembentukan.2 Proses adalah tuntutan perubahan dalam perkembangan sesuatu. Jadi, proses pembelajaran adalah tahapan-tahapan yang ditempuh oleh pendidik dan peserta didik dalam rangka proses merubah tingkahlaku untuk mencapai tujuan pembelajaran yang sudah ditetapkan.
Belajar mengajar sebagai proses terjadi manakala terdapat interaksi antara guru sebagai pengajar dengan siswa sebagai pelajar.3 Belajar adalah suatu proses yang kompleks yang terjadi pada semua orang dan berlangsung seumur hidup.4 Salah satu pertanda bahwa seseorang telah belajar sesuatu adalah adanya perubahan tingkah laku dalam dirinya.

Sebagai suatu proses, maka pembelajaran tidak terlepas dari ciri-ciri tertentu, menurut Syaiful Hadi Djamarah, dkk5. Sebagai berikut:

a. Proses pembelajaran memiliki tujuan, yakni untuk membentuk anak didik dalam suatu perkembangan tertentu. Hal inilah yang dimaksud bahwa proses pembelajaran itu sadar akan tujuan, yaitu dengan menempatkan anak didik sebagai pusat perhatian.
b. Ada suatu prosedur (jalanya interaksi) yang direncanakan dan didesain untuk mencapai tujuan yang telah ditetapkan.
c. Proses pembelajaran ditandai dengan satu penggarapan materi yang khusus. Dalam hal ini materi harus didesai sedemikian rupa, sehingg cocok untuk mencapai tujuan.
d.Proses pembelajaran ditandai dengan aktivitas anak didik. Aktivitas anak didik dalam hal ini bersifat fisik maupun secara mental.
e. Dalam proses pembelajaran, guru berperan sebagai pembimbing. Dalam perananya sebagai pembimbing, maka guru harus berusaha menghidupkan dan memberi motivasi, agar terjadi proses interaksi yang kondusif antara anak didik dan guru.
f. Dalam proses pembelajaran membutuhkan disiplin. Disiplin dalam proses pembelajaran ini dapat diartikan sebagai suatu pola tingkah laku yang diatur sedemikian rupa menurut ketentuan yang sudah disepakati oleh pihak guru maupun anak didik dengan sadar.
g. Ada batas waktu. Untuk mencapai tujuan pembelajaran tertentu dalam sistem berkelas (kelompok anak didik), maka batas waktu menjadi salah satu ciri yang tidak bisa ditinggalkan.
h. Evaluasi. Dari seluruh kegiatan diatas, masalah evaluasi merupakan bagian penting yang tidak bisa diabaikan.

Membaca berasal dari kata dasar ”baca” , berdasarkan kamus ilmiah jiwa dan pendidikan, membaca merupakan ucapan lafadz bahasa lisan menurut peraturan-peraturan tertentu. Kata baca dalam bahasa indonesia mengandung arti: melihat, memeperhatikan, serta memahami isis dari yang tertulis dengan melisankan atau hanya dalam hati.6
Dalam literatur pendidikan islam istilah baca mngandung dua penekanan yaitu: tilawah dan qiraah. Istilah tilawah mengandung makna mengikuti (membaca) apa adanya baik secara fisik maupun mengikuti jejak dan kebijaksanaan.

Sedangkan qiraati mengandung makna menyampaikan, menelaah, membaca, meneliti, mengkaji, mendalami, mengetahui ciri-ciri atau merenungkan, terhadap bacaan-bacaan yang tidak harus berupa teks tertulis. Makna baca tidak sekedar tilawah tapi juga qiraah.7

Dalam bukunya M. Hasbi Ash Shiddieqi mendefinisikan bahwa Al-Qur’an menurut bahasa adalah bacaan atau yang dibaca. Al-Qur’an adalah ”mashdar” yang diartikan dengan arti isim maf’ul yaitu: maqru: yang dibaca.8
Download selengkapnya...